KIBLAT NEWS - Pangarengan - Kegiatan gotong royong pembersihan Jalan Raya Pangarengan yang melibatkan Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Pangarengan bersama Dinas PU Bina Marga Provinsi Jawa Timur menuai sorotan. Warga mempertanyakan klaim bahwa pembersihan telah dilakukan secara menyeluruh, sementara sejumlah bagian jalan disebut masih dipenuhi rumput liar dan semak belukar.
Dalam naskah pemberitaan yang beredar, kegiatan tersebut dinilai belum menjangkau seluruh ruas jalan sebagaimana yang diklaim. Pembersihan disebut hanya dilakukan di beberapa titik tertentu yang kemudian menjadi lokasi dokumentasi kegiatan.
Sementara itu, kondisi bahu jalan dan area di sekitar lokasi pengambilan foto dilaporkan masih menyisakan semak belukar, rumput liar, serta bagian jalan yang terlihat kumuh. Kondisi ini memunculkan pertanyaan mengenai sejauh mana kegiatan gotong royong tersebut telah dilaksanakan.
Warga Meminta Penjelasan Terbuka
Sorotan juga diarahkan kepada Camat Pangarengan, Mohammad Junaidi. Berdasarkan keterangan dalam naskah sumber, warga telah meminta tanggapan dan klarifikasi melalui grup WhatsApp Info Seputar Pangarengan mengenai informasi pembersihan jalan tersebut.
Namun, penulis naskah menyebut belum mendapatkan respons dari camat di dalam grup tersebut. Sikap yang dinilai belum memberikan jawaban itu kemudian memicu kekecewaan dan menambah pertanyaan warga mengenai pelaksanaan kegiatan di lapangan.
Meski demikian, tidak adanya respons dalam grup percakapan saja belum dapat dijadikan bukti bahwa telah terjadi kebohongan publik. Klarifikasi dari pihak kecamatan tetap diperlukan agar persoalan ini dapat diketahui secara berimbang.
Masyarakat Minta Pekerjaan Tidak Sekadar Seremonial
Kegiatan gotong royong yang dipublikasikan kepada masyarakat semestinya sejalan dengan kondisi nyata di lapangan. Warga berharap upaya pembersihan jalan tidak hanya terfokus pada lokasi tertentu untuk kebutuhan dokumentasi, tetapi juga menyentuh bagian-bagian jalan yang membutuhkan penanganan.
Seorang warga, sebagaimana dikutip dalam naskah sumber, menyampaikan kritik terhadap kegiatan yang dinilai belum tuntas. Warga menginginkan adanya penjelasan terbuka dari pihak terkait, terutama mengenai cakupan pekerjaan dan kondisi jalan setelah kegiatan dilaksanakan.
Masyarakat juga meminta Forkopimcam Pangarengan dan Dinas PU Bina Marga Provinsi Jawa Timur memberikan penjelasan mengenai pelaksanaan pembersihan tersebut. Transparansi dinilai penting agar informasi yang disampaikan kepada publik sesuai dengan kondisi sebenarnya.
Ke depan, warga berharap kegiatan kebersihan lingkungan dan fasilitas umum dilakukan secara konsisten, menyeluruh, serta dapat dipertanggungjawabkan. Dengan begitu, manfaat gotong royong dapat dirasakan langsung oleh masyarakat dan para pengguna jalan, bukan hanya terlihat dalam dokumentasi kegiatan.
Pewarta: ROIKIN

